Postingan

Kisah Letkol Kawilarang yang Memarahi Tentara Belanda

Jakarta -  Bagaimana seorang komandan brigade Divisi Siliwangi marah besar ketika para prajuritnya dihina sebagai perampok oleh tentara Belanda. Kendati sudah berpangkat letnan kolonel, Alex Evert Kawilarang terbilang masih muda saat itu. Usianya baru 28 tahun. Jiwanya sedang bergelora. Semangat untuk berperang dengan Belanda pun tengah tinggi-tingginya. Namun tiba-tiba di suatu hari pada awal 1948, Komandan Brigade II Surjakantjana Divisi Siliwangi mendapat perintah dari atasannya di Markas Besar Tertinggi Yogyakarta: harus keluar hutan, berdamai dengan Belanda lalu pergi ke hijrah ke Jawa Tengah. "Bukan major bencinya saya, ketika mendengar kabar itu. Seperti halilintar di siang bolong rasanya. Tapi kami mampu menguasai diri: tunduk kepada perintah atasan, perintah pusat,"ujar Kawilarang dalam otobiografinya, Untuk Sang Merah Putih (disusun oleh Ramadhan KH). Tentara Belanda Sinis pada Pasukan TNI Memasuki Februari 1948, pasukan Siliwangi yang dipimpin Alex mulai keluar da...

KIsah Akhir Hayat Dari Soeroso Yang Gugur Oleh Bidikan Penembak Belanda

Jakarta - Dianggap berbahaya, komandan BBRI Cianjur itu menjadi buruan militer Belanda. Seorang penembak runduk mengakhiri hidupnya. Desember 1946, perlahan-lahan tentara Inggris mulai meninggalkan Indonesia. Mereka lantas menyerahkan kembali kekuasaan kepada tentara Belanda. Kondisi itu jelas membuat para pejuang Indonesia meradang. Tidak sudi dikembalikan kepada Belanda, perlawanan malah semakin menguat di mana-mana. Di Cianjur, kehadiran orang-orang Belanda tentu saja mendapatkan penolakan keras. Nyaris setiap hari hidup tentara pendudukan tak pernah tenang. Selalu saja ada dari mereka yang terbunuh atau hilang diculik gerilyawan Republik. Salah satu pelaku aksi teror itu adalah pasukan Banteng Soeroso. Nyaris setiap malam, Soeroso dan anak buahnya meneror asrama militer Belanda yang berada di wilayah Kampung Tangsi (sekarang menjadi Gang Pangrango) dan induk pasukan mereka yang bermarkas di Joglo (sekarang menjadi gedung Komando Distrik Militer 0608 Cianjur, Toserba...

Mengetahui Lambang Dan Makna Dari Agama Buddha

Jakarta - Indonesia adalah negara yang terdiri dari berbagai macam agama dan kepercayaan. Salah satu kepercayaan yang dianut penduduk Indonesia adalah agama Buddha Agama Buddha memiliki sejarah panjang di Indonesia. Salah satu kerajaan bercorak Buddha yang terkenal dan terbesar di wilayah Nusantara adalah Kerajaan Sriwijaya. Sedangkan peninggalan kerajaan bercorak Buddha yang terkenal di Indonesia adalah Candi Borobudur di Jawa Tengah yang merupakan peninggalan Wangsa Syailendra. Dalam agama Buddha, terdapat lambang-lambang atau simbol yang memiliki makna tersendiri. Lambang tersebut bukan hanya berupa gambar atau logo namun ada pula hal-hal lainnya. Dalam artikel berikut ini, kita akan menyimak penjelasan makna bunga teratai dan mandala sebagai lambang agama Buddha. Makna Lambang Agama Buddha Berikut ini adalah penjelasan bunga teratai dan mandala sebagai lambang agama Buddha berdasarkan buku Sejarah Peradaban Dunia Kuno Empat Benua oleh Anisa Septianingrum (2017: 68...

Kisah Lucu Dari Gerilyawan Indonesia Yang Lapar Dan Memakan Kucing, "Tak Ada Kelinci Kucing Pun Jadi"

Jakarta - Tak ada unggas, kucing pun bisa menjadi korban kelaparan gerilyawan Republik di era revolusi. Usai kesepakatan damai diberlakukan di atas kapal perang United States Renville pada 17 Januari 1948, Divisi Siliwangi secara resmi harus meninggalkan Jawa Barat. Kendati merasa berat hati, ketentuan itu mau tidak mau harus dilaksanakan oleh para prajurit. Maka jadilah mereka berhijrah ke Jawa Tengah dan Yogyakarta. MBT (Markas Besar Tentara) di Yogyakarta sendiri melaksanakan perintah itu dengan setengah hati. Secara rahasia, MBT lantas memerintahkan Divisi Siliwangi untuk meninggalkan sebagian kecil pasukannya di Jawa Barat. Menurut buku Siliwangi dari Masa ke Masa karya para peneliti Pusat Sejarah Kodam VI Siliwangi, beberapa batalyon (1 batalyon setara dengan 700-1000 prajurit) memang diperintahkan untuk tidak ikut hijrah dan bertahan melawan militer Belanda di Jawa Barat. Batalyon 22 pimpinan Mayor Soegih Arto yang menguasai sektor Cililin, Gunung Halu, Batujajar...

Mengenal Ottawa Jail Hostel, Yakni Sebuah Penginapan Yang Dahulunya Merupakan Penjara Untuk Hukuman Mati

Jakarta - Siapa sangka sebuah penjara yang pernah dijadikan tempat penampungan terpidana mati di Kanada, kini dijadikan hostel untuk tempat menginap para tamu. Bertempat di pusat Ibu Kota Kanada, Ottawa, hostel ini menjadi lokasi yang sempurna untuk berjalan-jalan keliling kota bersejarah tersebut. Dilansir atlasobscura, sejarah tempat ini merupakan penjara di Kabupaten Carleton, yang diubah menjadi sebuah asrama yang digunakan untuk menampung narapidana yang akan menjalankan hukuman mati. Hostel ini mulai dibuka untuk tamu sejak tahun 1972. Jika menginap di sana, kamar yang akan ditempati merupakan bekas sel penjara yang tentunya sudah diperbaharui, agar telihat lebih luas dan tidak seperti tahanan. Harga kamar di hostel ini terdapat berbagai macam, tergantung isi dan berapa orang yang akan menginap. Jika memilih menginap di dalam kamar sel dengan 8 tempat tidur, akan dikenakan biaya 34 dolar Amerika Serikat atau setara Rp 488 ribuan per malam. Sedangkan untuk sel yang...

Mengetahui Sejarah Dan Arti Sandi Morse Pramuka

Jakarta - Sandi merupakan salah satu alat komunikasi yang sudah ada sejak zaman dahulu, yaitu pada 3000 SM terdapat tulisan cuneiform di Kerajaan Babilonia. Tulisan cuneiform merupakan tulisan kuno berbentuk paku yang dituliskan di atas tanah liat. Banyak bentuk sandi yang ada di dunia ini, salah satu sandi yang paling acquainted adalah sandi morse. Bagi kalian yang pernah mengikuti kegiatan pramuka pasti pernah diajarkan mengenai sandi morse pramuka. Sejarah Sandi Morse Pramuka Dikutip dari Buku Panduan Pramuka Penggalang, Agus, Dani, Budi Anwari (2015: 207) berdasarkan sejarah , sandi morse pertama kali digunakan setelah teknologi radio dan telegrafi berkembang di akhir abad ke-19. Sandi morse ditemukan oleh Samuel F. B. Morse dan Alfred Vail pada tahun 1835. Dalam sandi ini, setiap huruf dan angka diganti dengan titik dan garis yang berbeda-beda. Pada zaman dulu, kode morse disampaikan menggunakan alat khusus dan dikirim dengan teknologi radio CW. Pada 1844, Samuel Morse...

Mengetahui Kisah Pertirtaan Watugede, Tempat Pemandian Raja Dan Para Putri Raja Pada Jaman Singosari

Jakarta - Petirtaan Watugede di Desa Watugede, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditemukan oleh arkeolog Belanda pada tahun 1925. Petirtaan ini merupakan tempat pemandian raja dan para putri raja di zaman Kerajaan Singosari (1222-1292). Ken Dedes juga disebutkan pernah mandi di Petirtaan Watugede. Terletak 200 meter di sebelah timur stasiun kereta api Singosari, kawasan petirtaan ini memiliki suasana yang teduh dan indah dipandang mata. Letaknya di lereng pegunungan di mana banyak ditemukan sumber mata air membuat udara di sekitar petirtaan masih asri dan sejuk. Dahulu kala, setelah raja atau putri-putri Kerajaan Singosari selesai mandi, mereka menuju Candi Sumberawan yang berada di sebelah barat pertirtaan. Di sana, keluarga kerajaan melakukan sembahyang. Keunikan Keunikan Petirtaan Watugede ialah kaluarnya air jernih dari mulut area. Air tersebut mengalir tiada henti hingga saat ini. Petirtaan Watugede terdiri dari satu kolam yang panjangnya sekit...

Mengenal Sosok Wolff Schoemaker Guru Belanda Soekarno yang Ingin Indonesia Jadi Negara Islam

Jakarta -  Selain sebagai pemimpin tertinggi negara, Presiden Soekarno turut dikenal sebagai arsitek yang pernah membuat ide rancangan beberapa bangunan salah satunya monumen nasional (Monas) di Jakarta. Keterlibatannya di lini pembangunan Indonesia rupanya tak terlepas dari rekam jejak pendidikannya yang sempat mengampu jurusan teknik sipil selama kurang lebih empat tahun, di Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang ITB), Bandung, Jawa Barat. Saat berkuliah di ITB pada 1922-1926, terdapat satu sosok expert asal Belanda yang cukup berpengaruh bagi Soekarno, bernama Charles Prosper Wolff Schoemaker atau karib dikenal Wolff Schoemaker. Selain mengembangkan pemikiran Soekarno di lingkup konstruksi, Schoemaker juga menjadi sosok yang fenomenal karena ingin membentuk Indonesia sebagai negara Islam lewat kepemimpinan presiden pertama RI tersebut. Melansir berbagai sumber pada Jumat (26/11), berikut kisahnya. Dari Zeni Militer Jadi Guru Soekarno Sebagaimana dimuat di laman mooibandoe...

Kisah Para Pejuang Laskar Sabibillah Pada Peristiwa 10 November 1945

Jakarta - Surabaya panas membara dalam peristiwa heroik 10 November 1945. Pertempuran pecah dan memakan banyak korban jiwa antara pasukan pejuang menghadapi tentara sekutu pimpinan Inggris, yang tergabung dalam NICA (Netherlands Indies Civil Management). Tentara NICA tiba di Surabaya pada 25 Oktober 1945 dipimpin Jenderal Aubertin Walter Southern (AWS) Mallaby, Komandan Brigade 49 Divisi India. Tugas Mallaby, mengamankan tawanan perang dan melucuti persenjataan tentara Jepang di Indonesia, serta mengembalikan Indonesia sebagai Hindia Belanda di bawah administrasi NICA. Saat itu, Jepang menyatakan kekalahannya dalam Perang Dunia II setelah dua kotanya, Nagasaki dan Heroshima dibom atom oleh Amerika Serikat. Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI) yang membawahi NICA mengantarkan Mallaby dan pasukannya bertugas ke Indonesia. Namun kedatangan NICA ke Surabaya dianggap terlambat, karena persenjataan tentara Jepang sebagian telah dilucuti para pejuang. Sementara Ind...

Sebuah Pabrik Kerupuk di Depok Kebakaran, Tiga Orang Terluka

Depok -  Kebakaran terjadi di sebuah rumah milik Rusdi yang dijadikan usaha pabrik kerupuk di Jalan Raya Tanah Baru, Gang Mandor Eti, Beji, Depok. Tiga orang terluka bakar. Diki (17) anak korban mengatakan saat itu ayahnya sedang mengganti tabung gas. Ketika regulator dimasukkan ke lubang tabung gas tidak pas. Lalu tiba-tiba gas sudah keluar dari tabung dan di ruang sebelah ada kompor menyala. "Saya bilang bapak suruh bawa keluar tabungnya tapi keburu nyambar," katanya, Sabtu (13/11). Bapaknya pun langsung tersambar bocora gas yang sudah memenuhi ruangan. Sedangkan diki terkena luka di bagian kaki. Korban langsung dibawa ke rumah sakit. "Bapak luka 80 persen," ungkapnya. Kabid Penanggulangan Bencana pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Denny Romulo mengatakan ada tiga orang terluka dalam peristiwa tersebut. Sedangkan tiga orang lainnya berhasil diselamatkan. "Api sudah dipadamkan. Korban dibawa ke rumah sakit," katanya. Untuk memadamk...

Mengetahui Peristiwa Mencekam, Pemabantaian di Kampung Tulung Magelang

Jakarta - Setelah peristiwa Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, kondisi Indonesia sebenarnya dilanda chaos. Memanfaatkan keadaan Jepang yang sudah tak berdaya, tentara Belanda dibantu sekutu datang ke Indonesia untuk kembali menjajah. Sementara itu tentara Jepang yang tak lagi punya harapan di negeri jajahan melakukan serangkaian serangan secara membabi-buta yang menandakan keputusasaan mereka. Inilah yang terjadi di Kampung Tulung, Kota Magelang, pada 28 Oktober 1945. Dilansir dari Jurnal berjudul "Percikan Api Revolusi di Kampung Tulung Magelang 1945"karya Syaiful Amin dan Ganda Febri Kurniawan, pada hari itu Tentara Jepang "Kido Butai" menurunkan personelnya di pertigaan jalan Payaman pada jam 08.00. Waktu itu, Tentara Kidou Butai dibagi menjadi dua kelompok untuk menyerang Kota Magelang. Keduanya menyerang Magelang dari dua arah yang berbeda. Target dalam penyerangan itu adalah markas Tentara Keamanan Rakyat yang berada di Kampung Tulung, M...

Mengenal Sosok Ivan The Terrible, Seorang Pemimpin Rusia Yang Paranoid

Jakarta - Banyak orang gila dalam sejarah . Lebih gilanya lagi, banyak dari para gila ini menduduki puncak kekuasaan tertinggi. Membuat kegilaannya menguar, menular, bahkan menjadi semacam borok dalam sejarah. Termasuk Ivan IV Vasilyevich, Grand Royal prince Moskwa sekaligus Tsar pertama Rusia. Julukannya saja sudah menunjukkan kegilaan: Ivan The Dreadful. Dilansir berbagai sumber, cucu dari Ivan yang Hebat ini menjadi Kaisar Rusia pada 1547 hingga 1584. Dia dikenal sebagai pribadi paranoid pemarah yang mempunyai masalah kejiwaan. Ivan diyakini membunuh putra sekaligus penerus tahta, Ivan Ivanovich. Tak hanya itu, dia juga membuat menantunya keguguran sehingga tahta jatuh ke tangan putranya yang lain, yakni Feodor Ivanovich atau Feodor I. Pada 16 Januari 1547, di usia 16 tahun, Ivan menerima Mahkota Monomakh di Katedral Orthodox Dormition dan menerima titel Tsar Semua Rusia. Ivan yang pemimpin seluruh Rusia, langsung menunjukkan sisi megalomaniaknya. Perintahnya tak bisa di...

Mengetahui Peristiwa Terbakarnya Kantor CC PKI di Jakarta

Jakarta - Kesaksian sejumlah orang kala gedung CC PKI untuk kali pertama diserbu massa sejak meletusnya Insiden 30 September 1965. Seminggu setelah Insiden 30 September 1965. Hari begitu panas. Achmadi baru saja melangkah keluar dari tempat kerjanya. Maksud hati ingin makan siang di warung makan dekat Pasar Senin, namun langkahnya tiba-tiba tertahan. Dari arah Salemba, dilihatnya orang-orang berlarian. Sebagian berwajah panik, sebagian bermuka gembira. Sementara itu di langit Jakarta, asap hitam membumbung. "Tanpa banyak pikir, saya langsung lari ke arah pusat api. Saya khawatir rumah saya di Gang Lontar kebakaran,"ujar lelaki kelahiran Jakarta pada 1932 itu. Gang Lontar adalah sebuah jalan sempit di kawasan Kramat Raya. Letaknya persis di samping Kantor CC PKI di Jalan Kramat Raya No. 81. Di sana banyak tinggal penduduk yang saat itu sebagian besar adalah orang-orang Betawi Singkat cerita Achmad hampir tiba di Gang Lontar. Alangkah terkejutnya dia, ketika...

Berikut Ini Beberapa Makna Mengenai Simpul Selendang Wanita Yang Dikenakan di Desa Ranupani, Berikut Selengkapnya

Jakarta - Wisata alam mungkin menjadi tujuan setiap orang untuk melepas stres. Namun jangan salah, wisata budaya tidak kalah menarik untuk dinikmati, baik saat solo traveling maupun bersama orang terdekat. Dengan wisata budaya , pelancong dapat menambah wawasan serta pandangan hidup seseorang. Ini juga bisa Anda rasakan saat berkunjung ke Desa Wisata Ranupani, Lumajang, Jawa Timur (Jatim). Di desa tersebut, Anda tidak hanya bisa menikmati pemandangan alam nan elok, tetapi juga dapat mempelajari tradisi dan budaya menarik khas Ranupani. Salah satu tradisi dan budaya yang menarik perhatian adalah selendang atau jarik yang sering dipakai wanita-wanita Desa Wisata Ranupani. Tak hanya sebagai tambahan aksesori atau menghindari hembusan angin dingin, selendang tersebut sebenarnya memiliki makna mendalam yang dipercaya secara turun-temurun oleh warga lokal Ranupani. Ingin tahu apa saja makna dibalik simpul selendang wanita Ranupani? Simak ulasan lengkap yang dirangkum dari rili...

Hati-hati Dan Jangan Melakukan Tindakan Berikut Ini, Jika Anda Berada Saat Umrah Dan Haji di Jabal Rahmah

Jakarta - Jabal Rahmah adalah bukit di Arafah yang letaknya dekat dengan Masjid Namirah, dan berada di antara Mekkah dan Thaif, Arab Saudi. Tempat wisata ini kerap dikunjungi oleh para jemaah haji yang melakukan wukuf (salah satu bagian dari ibadah Haji) di Arafah, dan jemaah umrah yang berwisata usai ibadah umrah. Salah satu anggota tim PT Jannah Firdaus Excursion & Traveling yakni Hamid mengatakan, biasanya jemaah haji dan umrah akan berdoa saat di bukit itu. "Diutamakan untuk berdoa, karena pelaksanaan haji, tentunya Allah SWT memanjakan para jemaah yang wukuf di sini untuk mengabulkan semua doa-doanya,"ujar dia. Hal tersebut diungkapkan oleh dia dalam acara Live Instagram "Live Umrah 1443 H Pada saat New regular",Selasa (5/10/2021). Jangan coret-coret atau menaruh foto di Jabal Rahmah Kendati lebih diutamakan untuk kegiatan berdoa, ada kegiatan yang tidak termasuk dalam ibadah haji dan umrah yang tidak luput dilakukan oleh sejumlah jemaah saa...

Mengenal Kisah Lettu Pierre Tendean Yang Dibunuh Secara Keji ke Lubang Sumur

Jakarta - Pierre Andreas Tendean atau dikenal sebagai Kapten Tendean merupakan seorang perwira militer yang menjadi korban peristiwa Gerakan 30 September (G30S) tahun 1965. Ia dibunuh secara tidak manusiawi dan dimasukkan kedalam sumur bersama keenam perwira tinggi TNI lainnya, Letjen TNI Ahmad Yani, Mayjen TNI Mas Tirtodarmo Haryono, Mayjen TNI S Parman, Mayjen TNI R Soeprapto, Brigjen TNI Donalad Isaccus Pandjaitan, dan Brigjen TNI Soetojo S. Rumah Jenderal Nasution yang berlokasi di Jalan Teuku Umar Nomor 40, Gondangdia, Jakarta Pusat, menjadi tempat terakhir Kapten Tendean singgah sebelum terbunuh tragis oleh kelompok PKI . Di museum inilah panorama serta foto-foto Kapten Tendean terbingkai rapi bersama barang-barang peninggalan Jenderal Nasution. Terlahir dari pasangan L. Tendean, seorang dokter berdarah Minahasa dan Maria Elizabeth Cornet, wanita Indonesia berdarah Perancis, Pierre Tendean merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Kakak dan adiknya masing-masin...

Mengenal Tari Jaipong, Tarian Yang Sudah Dikenal Sampai Mancanegara

Jakarta - Tarian Jaipong adalah salah satu tari tradisional yang cukup populer, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Tari ini umumnya ditampilkan untuk promosi kebudayaan-kebudayaan di Indonesia, khususnya Jawa Barat. Unsur-unsur Tari Jaipong mencakup gerakan, pakaian, dan musik yang mengiringinya. Tari Jaipong berasal dari Bandung, Jawa Barat. Tarian ini berisi perpaduan antara gerakan-gerakan tari ronggeng, gerakan ketuk tilu dan beberapa gerakan pencak yang diminati oleh masyarakat pada masa itu. Tari Jaipong juga disebut sebagai tari pergaulan karena dapat menjadi ajang pertemanan bagi pemuda pemudi Jawa Barat. Seni tari ini mempunyai keunikan dari segi pakaian, gerakan, dan musiknya. Gerakan Seni Tari Jaipong Unsur-unsur tari Jaipong salah satunya adalah gerakan yang ditampilkan pada saat pementasan. Jenis-jenis gerakan tersebut yaitu sebagai berikut: 1. Bukaan Bukaan adalah bagian pembukaan pada tarian ini. Para penari akan berjalan dengan memutar sembari m...

Mengetahui Air Terjun Candi Jolotundo, Konon Airnya Bisa Bikin Awet Muda

Jakarta - Tiga jeriken berkapasitas 10 liter air milik Suheri sudah penuh terisi. Merasa kurang, dia turun ke tempat pedagang di pintu masuk dan membeli 2 jeriken lagi dengan kapasitas yang sama. "Mumpung lagi di sini, sekalian saja. Mumpung ada waktu ke sini,"kata warga Desa Wonokalang, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur akhir pekan lalu. Sore itu, Suheri bersama kakaknya mengunjungi pemandian atau petirtaan Jolotundo Situs candi pemandian bersejarah yang sumber airnya dipercaya keramat dan memiliki khasiat. Sebanyak 5 jerigen air yang diambil Suheri untuk mengobati sepupunya yang sedang sakit menahun. "Yang mengobati minta kakinya direndam air Jolotundo . Sebagian lagi diminum. Jadi saya siapkan,"ujarnya. Suheri sendiri tidak terlalu sering pergi ke pemandian Jolotundo. Dia tidak tahu persis mengapa air sumber dari pemandian Jolotundo dianggap begitu keramat. Kepercayaan tentang khasiat air Jolotundo didapatnya dari informasi masyaraka...

Mengenal Tari Indang, Sebuah Kesenian Dari Pariaman Yang dulu Digunakan Ulama Untuk Berdakwah

Jakarta - Tari Indang adalah kesenian tradisional yang berasal dari Pariaman, Sumatera Barat. Sebagaimana tari tradisional dari daerah lain, Tari Indang juga memiliki ciri khas, mulai dari gerakan, musik pengiring, hingga busananya. Dilansir dari Kesenian Indang : Kontinuitas dan Perubahan karya Nurmalena, kesenian indang merupakan ragam kesenian khas milik masyarakat pantai atau pesisir Sumatera Barat. Menurut Pian tukang dikie di daerah Sintuak Toboh Gadang, munculnya kesenian Indang bersamaan denan pengembangan agama Isam di Minangkabau, khususnya di Pariaman,"tulis Nurmalena.  Tari Indang menjadi kesenian tradisional yang masih bisa dijumpai dengan mudah hingga kini. Kesenian ini menjadi hiburan dalam beragam acara di Sumatera Barat.   Sejarah tari Indang Mengutip buku Musik Tradisional Mingkabau karya Ediwar (dkk), kesenian Indang adalah salah satu kesenian yang bernafaskan Islam di Sumatera Barat. "Kehadirannya merupakan realisasi dari sistem pendidikan tr...

Mengetahui Amanah Lurah Desa Ngaliyan, Sebuah Tradisi Unik "Ngemut Banyu"

Jakarta - Menggunakan baju lurik dengan blangkon yang tersemat di kepalanya. Sang lurah Desa Ngaliyan melangkah cepat. Di belakangnya seorang sesepuh membawa wayang suci yang dipanggul di punggungnya. Berjalan mengikuti langkah cepat sang lurah. Sekilas, memang nampak tak ada yang aneh. Namun jika diamati, kedua pipi sang lurah terlihat menggelembung seperti sedang mengisap permen. Bukan mengisap permen, namun kedua pipi lurah tersebut sedang menahan air dalam mulut. Ya, lurah di Desa Ngaliyan, Bejen, Temanggung punya tanggung jawab yang berbeda dibandingkan dengan lurah-lurah lainnya. Di desa ini, seorang lurah yang sedang menjabat punya amanah menjalankan tradisi unik ' Ngemut Banyu '. Tradisi menahan air dalam mulut pada ritual bersih desa. Air bendungan dari DAM Sikrekah memenuhi mulutnya. Sang lurah menyusuri jalan dari irigasi sampai ke ladang persawahan paling ujung. Diikuti dengan keempat sesepuh serta perangkat Desa Ngaliyan dan Duren. Berjalan melewa...