Postingan

Mengenal Sosok Wolff Schoemaker Guru Belanda Soekarno yang Ingin Indonesia Jadi Negara Islam

Jakarta -  Selain sebagai pemimpin tertinggi negara, Presiden Soekarno turut dikenal sebagai arsitek yang pernah membuat ide rancangan beberapa bangunan salah satunya monumen nasional (Monas) di Jakarta. Keterlibatannya di lini pembangunan Indonesia rupanya tak terlepas dari rekam jejak pendidikannya yang sempat mengampu jurusan teknik sipil selama kurang lebih empat tahun, di Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang ITB), Bandung, Jawa Barat. Saat berkuliah di ITB pada 1922-1926, terdapat satu sosok expert asal Belanda yang cukup berpengaruh bagi Soekarno, bernama Charles Prosper Wolff Schoemaker atau karib dikenal Wolff Schoemaker. Selain mengembangkan pemikiran Soekarno di lingkup konstruksi, Schoemaker juga menjadi sosok yang fenomenal karena ingin membentuk Indonesia sebagai negara Islam lewat kepemimpinan presiden pertama RI tersebut. Melansir berbagai sumber pada Jumat (26/11), berikut kisahnya. Dari Zeni Militer Jadi Guru Soekarno Sebagaimana dimuat di laman mooibandoe...

Kisah Para Pejuang Laskar Sabibillah Pada Peristiwa 10 November 1945

Jakarta - Surabaya panas membara dalam peristiwa heroik 10 November 1945. Pertempuran pecah dan memakan banyak korban jiwa antara pasukan pejuang menghadapi tentara sekutu pimpinan Inggris, yang tergabung dalam NICA (Netherlands Indies Civil Management). Tentara NICA tiba di Surabaya pada 25 Oktober 1945 dipimpin Jenderal Aubertin Walter Southern (AWS) Mallaby, Komandan Brigade 49 Divisi India. Tugas Mallaby, mengamankan tawanan perang dan melucuti persenjataan tentara Jepang di Indonesia, serta mengembalikan Indonesia sebagai Hindia Belanda di bawah administrasi NICA. Saat itu, Jepang menyatakan kekalahannya dalam Perang Dunia II setelah dua kotanya, Nagasaki dan Heroshima dibom atom oleh Amerika Serikat. Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI) yang membawahi NICA mengantarkan Mallaby dan pasukannya bertugas ke Indonesia. Namun kedatangan NICA ke Surabaya dianggap terlambat, karena persenjataan tentara Jepang sebagian telah dilucuti para pejuang. Sementara Ind...

Sebuah Pabrik Kerupuk di Depok Kebakaran, Tiga Orang Terluka

Depok -  Kebakaran terjadi di sebuah rumah milik Rusdi yang dijadikan usaha pabrik kerupuk di Jalan Raya Tanah Baru, Gang Mandor Eti, Beji, Depok. Tiga orang terluka bakar. Diki (17) anak korban mengatakan saat itu ayahnya sedang mengganti tabung gas. Ketika regulator dimasukkan ke lubang tabung gas tidak pas. Lalu tiba-tiba gas sudah keluar dari tabung dan di ruang sebelah ada kompor menyala. "Saya bilang bapak suruh bawa keluar tabungnya tapi keburu nyambar," katanya, Sabtu (13/11). Bapaknya pun langsung tersambar bocora gas yang sudah memenuhi ruangan. Sedangkan diki terkena luka di bagian kaki. Korban langsung dibawa ke rumah sakit. "Bapak luka 80 persen," ungkapnya. Kabid Penanggulangan Bencana pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Denny Romulo mengatakan ada tiga orang terluka dalam peristiwa tersebut. Sedangkan tiga orang lainnya berhasil diselamatkan. "Api sudah dipadamkan. Korban dibawa ke rumah sakit," katanya. Untuk memadamk...

Mengetahui Peristiwa Mencekam, Pemabantaian di Kampung Tulung Magelang

Jakarta - Setelah peristiwa Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, kondisi Indonesia sebenarnya dilanda chaos. Memanfaatkan keadaan Jepang yang sudah tak berdaya, tentara Belanda dibantu sekutu datang ke Indonesia untuk kembali menjajah. Sementara itu tentara Jepang yang tak lagi punya harapan di negeri jajahan melakukan serangkaian serangan secara membabi-buta yang menandakan keputusasaan mereka. Inilah yang terjadi di Kampung Tulung, Kota Magelang, pada 28 Oktober 1945. Dilansir dari Jurnal berjudul "Percikan Api Revolusi di Kampung Tulung Magelang 1945"karya Syaiful Amin dan Ganda Febri Kurniawan, pada hari itu Tentara Jepang "Kido Butai" menurunkan personelnya di pertigaan jalan Payaman pada jam 08.00. Waktu itu, Tentara Kidou Butai dibagi menjadi dua kelompok untuk menyerang Kota Magelang. Keduanya menyerang Magelang dari dua arah yang berbeda. Target dalam penyerangan itu adalah markas Tentara Keamanan Rakyat yang berada di Kampung Tulung, M...

Mengenal Sosok Ivan The Terrible, Seorang Pemimpin Rusia Yang Paranoid

Jakarta - Banyak orang gila dalam sejarah . Lebih gilanya lagi, banyak dari para gila ini menduduki puncak kekuasaan tertinggi. Membuat kegilaannya menguar, menular, bahkan menjadi semacam borok dalam sejarah. Termasuk Ivan IV Vasilyevich, Grand Royal prince Moskwa sekaligus Tsar pertama Rusia. Julukannya saja sudah menunjukkan kegilaan: Ivan The Dreadful. Dilansir berbagai sumber, cucu dari Ivan yang Hebat ini menjadi Kaisar Rusia pada 1547 hingga 1584. Dia dikenal sebagai pribadi paranoid pemarah yang mempunyai masalah kejiwaan. Ivan diyakini membunuh putra sekaligus penerus tahta, Ivan Ivanovich. Tak hanya itu, dia juga membuat menantunya keguguran sehingga tahta jatuh ke tangan putranya yang lain, yakni Feodor Ivanovich atau Feodor I. Pada 16 Januari 1547, di usia 16 tahun, Ivan menerima Mahkota Monomakh di Katedral Orthodox Dormition dan menerima titel Tsar Semua Rusia. Ivan yang pemimpin seluruh Rusia, langsung menunjukkan sisi megalomaniaknya. Perintahnya tak bisa di...

Mengetahui Peristiwa Terbakarnya Kantor CC PKI di Jakarta

Jakarta - Kesaksian sejumlah orang kala gedung CC PKI untuk kali pertama diserbu massa sejak meletusnya Insiden 30 September 1965. Seminggu setelah Insiden 30 September 1965. Hari begitu panas. Achmadi baru saja melangkah keluar dari tempat kerjanya. Maksud hati ingin makan siang di warung makan dekat Pasar Senin, namun langkahnya tiba-tiba tertahan. Dari arah Salemba, dilihatnya orang-orang berlarian. Sebagian berwajah panik, sebagian bermuka gembira. Sementara itu di langit Jakarta, asap hitam membumbung. "Tanpa banyak pikir, saya langsung lari ke arah pusat api. Saya khawatir rumah saya di Gang Lontar kebakaran,"ujar lelaki kelahiran Jakarta pada 1932 itu. Gang Lontar adalah sebuah jalan sempit di kawasan Kramat Raya. Letaknya persis di samping Kantor CC PKI di Jalan Kramat Raya No. 81. Di sana banyak tinggal penduduk yang saat itu sebagian besar adalah orang-orang Betawi Singkat cerita Achmad hampir tiba di Gang Lontar. Alangkah terkejutnya dia, ketika...

Berikut Ini Beberapa Makna Mengenai Simpul Selendang Wanita Yang Dikenakan di Desa Ranupani, Berikut Selengkapnya

Jakarta - Wisata alam mungkin menjadi tujuan setiap orang untuk melepas stres. Namun jangan salah, wisata budaya tidak kalah menarik untuk dinikmati, baik saat solo traveling maupun bersama orang terdekat. Dengan wisata budaya , pelancong dapat menambah wawasan serta pandangan hidup seseorang. Ini juga bisa Anda rasakan saat berkunjung ke Desa Wisata Ranupani, Lumajang, Jawa Timur (Jatim). Di desa tersebut, Anda tidak hanya bisa menikmati pemandangan alam nan elok, tetapi juga dapat mempelajari tradisi dan budaya menarik khas Ranupani. Salah satu tradisi dan budaya yang menarik perhatian adalah selendang atau jarik yang sering dipakai wanita-wanita Desa Wisata Ranupani. Tak hanya sebagai tambahan aksesori atau menghindari hembusan angin dingin, selendang tersebut sebenarnya memiliki makna mendalam yang dipercaya secara turun-temurun oleh warga lokal Ranupani. Ingin tahu apa saja makna dibalik simpul selendang wanita Ranupani? Simak ulasan lengkap yang dirangkum dari rili...